Thermal Scanner

Oleh: I Made Pasek Pradnyana Wijaya

Pusat Teknologi dan Budaya, ITB STIKOM Bali

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dengan merebaknya virus Corona diberbagai negara, teknologi thermal scanner lebih banyak dijumpai di berbagai tempat. Teknologi thermal scanner merupakan alat untuk memindai suhu pada sebuah objek dengan menggunakan teknologi FPA (Focal Plane Array) sebagai detector yang akan menerima sinyal infra merah. Ada dua jenis thermal scanner, yaitu thermal gun yang dapat dipegang dengan tangan dan perangkat thermal scanner lengkap beserta layar dan kamera pemantau suhu tubuh.

Thermal gun biasa digunakan untuk memeriksa suhu tubuh secara perorangan. Sekilas bentuknya seperti pemindai barcode. Perangkat ini mengeluarkan sinar infrared yang bisa mengumpulkan energy yang dipancarkan, ditransmisikan dan dipantulkan dari objek. Sensor dalam thermal gun kemudian akan mengubah data-data energy tersebut menjadi ukuran energi panas dari objek. Cukup mengarahkan thermal gun ke objek untuk mengukur suhunya, kemudian pengguna tinggal menarik pelatuk untuk melihat keterangan suhu pada layar thermal gun. Sebisa mungkin pengguna thermal gun berdiri sedekat mungkin dengan objek tersebut.

Berbeda dengan thermal gun, seperangkat thermal scanner dilengkapi dengan kamera untuk mengecek suhu tubuh di seluruh bagian tubuh. Suhu objek yang ditangkap akan menunjukkan warna yang berbeda-beda. Untuk suhu yang lebih dingin dimunculkan dengan warna biru, ungu, dan hijau. Sedangkan suhu yang lebih hangat diberi warna merah, oranye, dan kuning. Perangkat thermal scanner camera memiliki fitur yang lebih banyak dibandingkan thermal gun namun tidak mudah dibawa, sehingga perangkat ini biasa digunakan di bandara-bandara.

Teknologi thermal scanner hanya berperan dalam mengukur suhu masyarakat yang akan beraktifitas di beberapa tempat maupun daerah, sehingga teknologi ini memang hanya sebagai langkah pencegahan semata.

Sumber:

Tekno.kompas.com

Cnnindonesia.com